www.pexels.com Babat alas. Semalam kosakata itu saya lontarkan kepada seorang teman di hunian indekosnya, di Wedoro, Waru, Sidoarjo. Sebuah pekikan tawa muncul dari raut mukanya dan membuatnya bertanya kepada saya, “Apa itu babat alas?” *** Oktober memang seharusnya menjadi bulan penuh pelajaran. Jika tidak begitu, mestinya, setidak-tidaknya ia menjadi sebuah peringatan kepada seorang remaja yang bernama Ahmad Farid, bahwa ia telah mencapai tahapan-tahapan...
www.pexels.com Oktober berlalu dengan langkah yang kejam. Dengan isyarat terburu-buru meninggalkan September, ia abaikan semuanya: kenangan, pengalaman, air mata, tawa, dan apapun yang dulu pernah nyaman dan hinggap di benak seorang lelaki. Kini lelaki itu tengah menyusuri sisa-sisa ketertinggalan itu. Ia menjelma seperti sebuah padang safana yang luas, yang benar-benar kering tak ada siapa-siapa. Lelaki itu adalah saya. Seorang manusia yang kurang lebih...
www.pexels.com Gelar sarjana akhirnya benar-benar saya tempuh. Meski meleset dari perkiraan awal dimana saya berpikir akan memperoleh Sarjana Humaniora a.k.a S. Hum, tetapi tak mengurangi rasa syukur saya atas dua hal: pertama saya bisa menyenangkan ibu yang berulang kali berujar ingin memiliki anak seorang sarjana, dan kedua saya mendapatkan titel Sarjana Sastra a.k.a S.S—sebuah hal yang tak bisa diperoleh oleh teman-teman saya yang...