Ada beragam tema dalam hidup yang mungkin bisa saya tolerir. Entah perkara sosial, pendidikan, mental, sampai urusan remeh-temeh seperti berbuat baik terhadap sesama. Saya merasa itu semua adalah perkara yang masih bisa saya tunda, dan kira-kira dapat saya kerjakan nanti saja. Meskipun belakangan, mungkin karena umur, saya menjadi kehabisan waktu dan mulai berpikir untuk melaksanakannya saat itu juga. Walau begitu, sejak dulu, hal...
new life/pixabay.com Akhirnya sampai juga di titik ini. Sebuah peristiwa besar yang bagaimana mungkin bisa saya lupakan, yang ringkasnya amat mungkin membentuk saya di masa depan. Untuk hari-hari ini, saya menolak menguraikan masalah tersebut lebih panjang, sebab, menurut saya itu amat kejam dan saya tak ingin ada yang terluka ketika membacanya. Tapi sisi baiknya, saya ingin mengucapkan terima kasih tak terhingga pada figur-figur...
pixabay.com Semestinya, idealisme berwujud sebagai jangkar. Ia menjadi peredam mana kala keinginan untuk bermacam-macam tengah melangit. Pendeknya, seharusnya dengan ambisi apapun yang membuncah, mekanisme pertahanan diri kita bisa direm oleh idealisme. Di era yang serba cepat ini, keinginan untuk mencapai beragam hal terus saja hinggap. Apa saja yang di depan mata, seolah gampang diraih dan tentu, hasrat untuk memerolehnya juga tinggi. Itu berbahaya,...
pexels.com 1/ kita telah tiba pada kosa kata pulang pada yang sempat terhapus di buku semasa kuliah. di pelataran dinding-dinding tua taman-taman sunyi kampusmu, saat itu kita menemukannya sekali lagi, eurika! terima kasih sebanyak mungkin padanya, yang telah menanyakan alamatmu, berkali-kali. Surabaya, 2019 2/ trembesi kering di kelokan jalan sempat mengantarmu bermain sebentar menjauh dari hantu-hantu manusia kota yang telah membuat air matamu...
pexels.com Pada derai kabut pagi, suatu hari nanti Jangan sekalipun kau cari puisi-puisi Di hatiku, di saku celana cokelat, atau di bangku-bangku tua milik sekolah Puisi telah menjelma menjadi angin Ia terbang, menggelendot di sela-sela rambutmu yang panjang dan hitam Pada suatu Jumat yang terbasuh atas doa-doa Jangan kau cari puisi yang sama seperti masa-masa kita jatuh cinta Karena puisi telah berwujud seperti...
www.pexels.com Akhirnya, sampai juga saya pada sebuah hari untuk menulis kembali rangkaian perjalanan yang selama ini terlaksana. Sebuah pengembaraan jauh, seperti telah berhari-hari mengayuh sepeda tanpa capai. Rasanya menyenangkan, sakit, dan kadang-kadang menyedihkan. Tapi toh, terlampau banyak pelajaran yang akhirnya kini bisa saya semai. Di bulan sekarang, pada tahun lalu, pasca lulus dari kampus saya memberanikan diri mengembara pada dunia yang telah saya...
Pexels.com Ada beragam perangai ketakutan yang kerap mengekor manusia. Dan seandainya boleh merujuk, mungkin salah satunya adalah ketakutan-ketakutan baru pada usia 20-an. Ketakutan itu cenderung unik, dan beberapa orang mengistilahkannya macam-macam. Aku sama sekali tak hendak menuliskan persoalan itu. Tetapi, di saat bersamaan, usiaku berjalan menuju angka 24 tahun pada detik-detik akhir tahun nanti. Di fase inilah, rupanya apa yang aku takutkan tentang...